Artikel,

Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengendalikan, mengelola dan membangun emosi. Kecerdasan emosional berhubungan erat dengan kesadaran dan kemampuan untuk menghindari ketakutan, depresi, dan stres. Kesuksesan akademik mahasiswa sangat tergantung pada perkembangan kecerdasan emosional mereka.
Mahasiswa yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik lebih mampu mengontrol emosi mereka sendiri sehingga tidak mudah terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa yang tidak dapat dihindari. Mereka juga cenderung lebih positif dalam melihat masa depan mereka sendiri dan memiliki motivasi yang lebih besar dalam mencapai kesuksesan akademik mahasiswa.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan tepat dan efektif. Ini melibatkan kemampuan untuk mengenali emosi dalam diri sendiri dan orang lain, mengelola emosi yang tidak sehat, mengembangkan hubungan interpersonal yang baik, dan membuat keputusan yang bijaksana berdasarkan pemahaman tentang emosi.
Kecerdasan emosional juga melibatkan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, mengatasi stres, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat. Dalam konteks akademik, kecerdasan emosional dapat membantu seseorang dalam menghadapi tekanan akademik dan memperkuat kemampuan untuk belajar dengan efektif.

Seperti yang kita ketahui bahwa kecerdasan emosional melibatkan kemampuan untuk mengenali diri kita sendiri dan orang lain. Maka dari itu, kita harus mengerti 5 elemen dari kecerdasan emosional, yakni:
Kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri. Ini melibatkan kesadaran terhadap emosi yang dirasakan, mengetahui apa yang memicu emosi tersebut, dan mengenali perubahan emosi dari waktu ke waktu.
Kemampuan untuk mengelola emosi diri sendiri dengan efektif. Ini mencakup kemampuan untuk mengendalikan emosi yang kuat, mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat, dan mengelola stres serta tekanan dengan baik.
Kemampuan untuk mengarahkan emosi secara positif untuk mencapai tujuan dan mempertahankan motivasi dalam menghadapi tantangan. Ini melibatkan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, memiliki keyakinan yang kuat, dan tetap berkomitmen terhadap tujuan jangka panjang.
Kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain. Ini melibatkan kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain, mendengarkan secara aktif, dan merespons dengan empati terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.
Kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dengan orang lain. Ini termasuk kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik, mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif, bekerja sama dalam tim, mempengaruhi orang lain dengan positif, serta kemampuan dalam kepemimpinan.
Kecerdasan emosional membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif. Mahasiswa dengan kecerdasan emosional yang baik mampu mengenali dan mengungkapkan emosi mereka dengan jelas, serta memahami emosi orang lain dalam situasi komunikasi. Hal ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan lebih baik, menghindari konflik yang tidak perlu, dan membangun hubungan yang positif dengan dosen, sesama mahasiswa, dan rekan kerja.
Kecerdasan emosional memainkan peran penting dalam membangun hubungan interpersonal yang baik. Mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi mampu memahami dan menghargai perasaan orang lain, serta mengenali kebutuhan dan keinginan mereka. Kemampuan untuk berempati dan mengelola emosi dalam hubungan interpersonal membantu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, saling mendukung, dan bekerja sama secara efektif.
Mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung lebih terbuka terhadap solusi dan pemecahan masalah. Mereka mampu melihat situasi dengan lebih objektif, mengatasi rasa takut atau kecemasan yang mungkin muncul, dan mencari solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan akademik. Sikap yang terbuka terhadap solusi dan pemecahan masalah ini membantu meningkatkan produktivitas dan prestasi akademis.
Kecerdasan emosional memiliki dampak yang signifikan pada kinerja akademik mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih baik dalam mengelola stres, memotivasi diri sendiri, beradaptasi dengan perubahan, dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Hal ini membantu mereka mengatasi tantangan akademik dan mempertahankan tingkat motivasi yang tinggi.
Selain itu, kecerdasan emosional juga berperan dalam kemampuan mahasiswa untuk memahami dan mengelola emosi mereka sendiri, yang penting dalam mengatasi hambatan dan gangguan emosional yang mungkin muncul selama masa perkuliahan. Mahasiswa dengan kecerdasan emosional yang baik cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi, sehingga dapat fokus dan berkonsentrasi dengan lebih baik dalam belajar.
Sampoerna University mendukung proses pembelajaran mahasiswa yang efektif untuk membantu siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan juga mempertahankan tingkat motivasi siswa melalui program unggulan dan juga pendidikan berbasis kurikulum internasional yang mendukung mahasiswa untuk dapat memiliki fokus dan konsentrasi yang lebih baik dalam belajar.
Sampoerna University sebagai satu-satunya universitas di Indonesia yang memiliki standar kurikulum, fakultas, fasilitas dan operasional yang sejajar dengan Amerika Serikat, dan menjalin kerjasama dengan University of Arizona yang menawarkan Program Gelar Ganda. Berkat penerapan dari kurikulum internasional dan soft skill yang berguna dalam dunia professional, para lulusan sangat dibutuhkan oleh perusahaan nasional dan internasional.
Dapatkan informasi seputar Sampoerna University dengan mengisi form dibawah ini dan team admission akan siap membantu. Kamu juga bisa dapatkan Informasi mengenai program beasiswa, dan Kalender Akademik 2023-2024 disini.